Sabtu, 26 Maret 2011

BURUNG KACER

 
1. Memilih Anakan Kacer & Membedakan AK Jantan – Betina Untuk mendapatkan AK yang berkelamin jantan, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan. Pertama, pilihlah AK yang matanya besar dan menonjol. Patokan kedua adalah dengan mengamati cara AK berdiri. Pilih yang berdiri dengan tegak. Ketiga, carilah AK yang bentuk paruhnya tebal dan lancip seperti bentuk buah belimbing (AK seperti ini diyakini mempunyai suara yang keras). Keempat, sebaiknya cari body AK yang bentuknya panjang. dan bentuk kepala datar (papak). Kelima, warna bulu. AK yang berkelamin jantan diyakini mempunyai warna yang lebih tegas dan gelap dibanding warna bulu pada betina. Terakhir, kalau kita sudah terbiasa melihat dan membandingkan AK jantan dengan AK betina, maka akan terlihat dengan jelas bahwa body AK betina cenderung bulat (dari bagian antara leher dengan dada hingga perut membentuk huruf “C”) sedangkan AK jantan lebih rata. Satu hal lagi berdasarkan pengalaman saya, carilah AK yang warna bulu putih dikedua pipinya lebih sedikit. AK seperti ini biasanya mental tempurnya lebih bagus. Semua criteria diatas hanya berlaku untuk AK yang belum bunyi, baik ngeriwik maupun ngeplong. 2. Tips Dasar Perawatan Burung
Bagi yang sering online di web www.kicaumania.org tentu tidak asing dengan pertanyaan berikut jika ada burung rekannya yang moncer di arena lomba, “share dong perawatannya”. Lantas rekan yang burungnya moncer pun membeberkan “rahasia” perawatan burungnya hingga bisa berjaya di arena lomba. Syukur kalau ada yang menjelaskannya secara detail. Yang sering terjadi adalah jawaban klasik berupa mandi, jemur dan pemberian EF (Extra Fooding) secara teratur
Pertanyaannya, apakah dengan dibongkarnya rahasia perawatan sang juara lantas burung kita bisa ikut-ikutan moncer jika rahasia tersebut diterapkan ke “jagoan” kita? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Mengapa demikian? Jawabannya adalah setiap burung mempunyai karakter, suara, gaya, dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Sepertinya hampir semua penghobi burung sudah mengetahui akan hal tersebut. Lantas, kira-kira perawatan seperti apa yang cocok untuk jagoan kita supaya bisa moncer dilapangan ? Faktor apa saja yang menjadi penentu? Sedikit tips berikut mungkin bisa berguna dalam memelihara burung sehingga diharapkan kita memiliki dasar dalam merawat “jagoan” kita.
3. Tips Bila Kacer Anda Terlalu Birahi
Menurut para pakar Burung Kacer bahwa Kacer yang terlalu birahi akan mengurangi penampilannya ketika di lomba. Ciri-ciri Kacer yang terlalu birahi yaitu sering bergerak ke samping sangkar sambil mematuki sangkar atau biasanya bertingkah tapi tidak mengoceh sama sekali.Pada burung Kacer yang terlalu birahi jangan diberikan extra fooding jangkrik karena pemberian kroto saja sudah dirasakan cukup. Kroto banyak mengandung protein atau zat yang meningkatkan hormon progesteron dan estrogen yaitu hormon dalam tubuh yang mampu memacu birahi burung tersebut.
Tips untuk mengurangi birahi pada Kacer kesayangan Anda yaitu dengan merubah pola perawatan terutama dalam hal pemberian pakan. Cobalah tips ini : Mulai hari senin sampai dengan hari jum’at berilah voer yang berkualitas merk boleh apa saja. Kemudian menjelang lomba berika menu khusus yaitu kroto. Jika penampilannya masih tetap membandel cukup dibalik saja yaitu : senin hingga jum’at berikan kroto secukupnya kemudian menjelang lomba atau latihan berilah voer berkualitas. Biasanya cara ini cukup manjur dan sudah banyak terbukti oleh para mania kacer.
Dalam kasus seperti ini proses penjemuran tidak terlalu berpengaruh. Jadi untuk penjemuran waktunya biasa saja (tetap)
Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menjadi masukan untuk Anda khususnya kicau mania yang memiliki burung Kacer.
4. Mempersiapkan Kacer Untuk Lomba
Disamping pemberian pakan utama dan pakan tambahan seperti Voer dan Extra Fooding(jangkrik,ulat hongkong,ulat bambu), pemberian multivitamin dan mineral juga sangat penting. Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam skala sangat kecil sekali, tetapi apabila kebutuhan akan hal ini tidak terpenuhi, akan berakibat fatal; Misalnya: gampang terserang penyakit, kelumpuhan, sakit yang berkepanjangan dan menyebabkan kelainan yang menyimpang.
Pilihlah multivitamin dan mineral yang memang sudah di format dan dikemas khusus untuk burung.
Berikan dosisnya secara tepat dan bijaksana kepada burung secara rutin pada setiap interval waktu tertentu.
Kita sering mendengar istilah “stelan” dalam pola perawatan dan pakan burung berkicau, stelan disini bisa kita analogikan seperti kita meng-adjust karburator sepeda motor milik kita. Agar karburator sepeda motor tersebut dapat berfungsi secara optimal, diperlukan pasokan bensin, pengapian pada busi dan udara pada ruang bakar yang seimbang.
Apabila stelan ketiga unsur tadi bisa tepat dan seimbang, maka karburator tersebut akan bekerja secara optimal. Kembali kedunia burung berkicau, kita bisa mengibaratkan pakan utama dan extra fooding (EF) adalah bensin, mandi adalah udara dan pengapiannya adalah jemur dan pengumbaran. Maka dari itu, kenali dan pahamilah tipe karburator (burung milik anda) agar bisa menyetelnya menjadi optimal dengan mudah.

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Post

Entri Paling Populer

Total Pengunjung Blog